PLC vs DCS mana yang lebih tepat?

PLC-vs-DCS-mana-pilih-mana

PLC-vs-DCS-mana-pilih-mana


PLC vs DCS mana yang lebih tepat?

Beberapa dekade terakhir, perbedaan fungsi dari beberapa sistem kontrol mulai tersamarkan. Programmable Logic Controllers (PLC) sekarang memiliki kemampuan yang sebelumnya ada fi Distributed Control Systems (DCS), dan sebaliknya, DCS dapat menjalankan fungsi yang sebelumnya hanya bisa dikerjakan dengan PLC. jadi apa yang menjadi pembeda diantara kedua sistem kontrol ini? masih adakah alasan untuk memilih satu dibanding yang lain?

PLC dibuat untuk menggantikan banyaknya relay yang dipakai dan lebih utama digunakan untuk mengontrol beberapa proses manufaktur yang berbeda dan peralatan yang terpisah dari sistem (standalone equipment). apabila diperlukan integrasi dengan peralatan lain maka user atau system integratornya akan menghubungkannya dengan human-machine interfaces (HMI) dan perangkat kontrol lain jika diperlukan.

Dilain sisi DCS dikembangkan untuk menggantikan kontroller PID dan sering dipakai pada proses produksi per-batch dan berkelanjutan, terutama yang mewajibkan kontrol perhitungan yang lebih tinggi. Vendor menangani integrasi sistem dan HMI adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan.

Karena pengguna menuntut lebih banyak informasi produksi, PLC memperoleh kekuatan pemrosesan dan jaringan menjadi hal yang biasa. Sistem kontrol berbasis PLC mulai berfungsi seperti mini-DCS.  Pada saat yang sama, DCS melakukan hibridisasi untuk menggabungkan PLC dan PC untuk mengontrol fungsi-fungsi tertentu dan untuk menyediakan layanan pelaporan.  DCS mengawasi seluruh proses, seperti konduktor dalam orkestra. Protokol, seperti OPC, telah meredakan interaksi antara dua sistem kontrol.

memiliih sistem control DCS, PLC, atau SCADA untuk semua industri

Sejak PLC tidak menjadi barang mahal lagi dan bisa berfungsi layaknya DCS, tidakkah itu membuat masuk akal untuk mengganti semua ke PLC? Jawabannya adalah, seperti hal lain di dunia automasi,sesuaikah dengan apa yang kamu butuhkan?.

Ini adalah 6 faktor yang harus dipertimbangkan:

  1. Response time

    PLC itu cepat,tak ada yang menyangkalnya. waktu respon yang sepersepuluh detik membuat PLC sangat ideal untuk proses real-time seperti safety shutdown dan firing control. Sedangkan DCS memerlukan waktu lebih untuk memproses data jadi bukanlah solusi yang tepat ketika waktu respon adalah sebuah hal yang sangat penting.maka dari itu sistem keamanan pada DCS membutuhkan pengontrol terpisah.

  2. Scability

    Sebuah PLC hanya dapat menangani beberapa ribu titik I/O atau kurang. Itu tidak begitu scalable seperti DCS yang bisa menangani lebih dari ribuan titik I/0 dan lebih mudah dalam mengakomodasi peralatan baru , peningkatan proses dan integrasi data. Jika kamu memerlukan kontrol proses tingkat tinggi dan memiliki banyak fasilitas atau proses yang tersebar di berbagai wilayah dengan ribuan titik I/O maka DCS lebih masuk akal untuk kita pilih.

  3. Redundancy

    Masalah lain pada PLC adalah redundansi. Jika kamu memerlukan I/O yang memiliki toleransi terhadap daya dan kesalahan , jangan paksakan hal itu ke dalam sistem kontrol berbasis PLC. Karena itu hanya akan membuatmu mengeluarkan biaya yang sama ketika kamu memilih DCS bahkan lebih.

  4. Complexity

    Kompleksitas dari banyaknya proses produksi berkelanjutan, seperti minyak dan gas, pengolahan air serta pengolahan kimia,selalu memerlukan kemampuan kontrol proses tingkat tinggi dari DCS. Untuk proses lain seperti bubur kertas dan kertas, lebih condong ke kontrol proses berbasis PLC.

  5. Frequent process changes

    PLC paling baik untuk diaplikasikan ke proses khusus yang tidak sering berubah. Namun ketika proses anda rumit dan sering memerlukan penyesuaian serta harus mengumpulkan dan menganalisis sejumlah besar data, maka pilihan yang tepat adalah DCS.
    Tentu saja, fleksibilitas sistem DCS ini membuatnya jauh lebih rentan terhadap “campur tangan” operator yang dapat menyebabkan kerusakan.

  6. Vendor Support

    Vendor DCS biasanya mengharuskan pengguna untuk mempekerjakan mereka untuk layanan integrasi dan menerapkan perubahan proses. Sistem integrator melakukan fungsi serupa untuk sistem berbasis PLC. Ini juga menjadi hal umum bagi vendor PLC untuk menawarkan layanan dukungan melalui jaringan mitra integrator sistem mereka. Kontrol proses menjadi semakin kompleks. Sulit bagi setiap individu untuk mengetahui segalanya tentang sistem canggih ini, sehingga meningkatkan kebutuhan untuk dukungan vendor. Produsen juga terus mengurangi staf pabrik dan generasi personel pengendalian proses yang berpengalaman telah mulai pensiun. Akibatnya, kualitas dukungan telah menjadi faktor penting dalam pemilihan vendor.

Masih bingung mementukan pilihan anda?

Informasi lebih lanjut tentang sistem kontrol ini, silahkan hubungi kami di sini . Tim kami terdiri dari orang-0rang yang berkompeten di bidangnya, silahkan konsultasikan terlebih dahulu apa yang anda butuhkan dan kami akan memberikan solusi yang paling pas. bisa juga langsung kontak kami di

phone +622742835619

Sales 1: +6282213937887

Sales 2: +628386884611

sales ntp clock indoenesiasales ntp clock indoenesia

 

 

 

 

Buana Karya distributor nasional menyediakan banyak alat untuk kebutuhan industri anda seperti flowmeter, levelmeter, pressure sensor, NTP Clock dari berbagai merk seperti SIEMENS, APG Sensor, RIELS Sensor , ATI Avionics , Tokico , Omron dan masih banyak merk-merk perangkat industri terkenal lainnya. Perusahaan kami siap melayani pesanan dari seluruh wilayah Indonesia.

sumber artikel : www.automationworld.com

Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *